Katarsis

Katarsis Tara gadis berusia tahun satu satunya saksi dalam jenayah tragis di rumah pakciknya di Bandung Indonesia Ketika ditemui dia dikurung di dalam kotak perkakas kayu dalam keadaan trauma Dan semasa

  • Title: Katarsis
  • Author: Anastasia Aemilia Julie Anne
  • ISBN: 9789670374413
  • Page: 208
  • Format: Paperback
  • Tara, gadis berusia 18 tahun, satu satunya saksi dalam jenayah tragis di rumah pakciknya di Bandung, Indonesia Ketika ditemui, dia dikurung di dalam kotak perkakas kayu dalam keadaan trauma Dan semasa penyelidikan polis, satu demi satu petunjuk mula menampakkan keganjilan.Dr Alfons ialah psikiatris yang berusaha membantu Tara Ia tidak mudah Ada sesuatu dalam masa laluTara, gadis berusia 18 tahun, satu satunya saksi dalam jenayah tragis di rumah pakciknya di Bandung, Indonesia Ketika ditemui, dia dikurung di dalam kotak perkakas kayu dalam keadaan trauma Dan semasa penyelidikan polis, satu demi satu petunjuk mula menampakkan keganjilan.Dr Alfons ialah psikiatris yang berusaha membantu Tara Ia tidak mudah Ada sesuatu dalam masa lalu Tara yang disembunyikan gadis itu dengan sangat rapat Namun sebelum hal itu terdedah, muncul Ello jejaka yang pernah menjadi kawan Tara semasa mereka kecil.Serentak dengan kemunculan Ello, polis berhadapan dengan kes pembunuhan bersiri yang melibatkan kotak perkakas kayu seperti yang dipakai untuk mengurung Tara Adakah Tara hanya mangsa atau dia menyembunyikan jejak masa lalu yang gelap

    • ✓ Katarsis || ☆ PDF Download by ↠ Anastasia Aemilia Julie Anne
      208 Anastasia Aemilia Julie Anne
    • thumbnail Title: ✓ Katarsis || ☆ PDF Download by ↠ Anastasia Aemilia Julie Anne
      Posted by:Anastasia Aemilia Julie Anne
      Published :2018-05-08T20:47:01+00:00

    One thought on “Katarsis”

    1. "Sudah cukup. Semuanya sudah berakhir, setidaknya untuk sementara."Sempurna untuk sensasi membaca yang tidak pernah kutemui sebelumnya. Indah. Indah dalam arti yang "salah".Bagaimana menggambarkannya ya? Mungkin seperti kau mengelupasi bibirmu yang kering. Kau akan merasakan perih tapi kau akan terus melakukannya karena sensasinya yang berbeda. Atau seperti kau menggigiti kuku jari tanganmu hingga kroak bahkan jarimu berdarah.Kini aku tahu kenapa buku ini diterjemahkan ke Bahasa Inggris, setidak [...]

    2. Tergoda baca buku ini akibat review dan rating para Goodreaders. Antusiasme dan rating yang lumayan tinggi berhasil membentuk ekspektasi saya bahwa novel ini worth to read banget.Ternyata, ekspektasi saya tidak terbukti! Entah apa yang membuat kebanyakan pembaca novel ini menyematkan bintang tiga sampai lima. Menurut saya, novel ini belum pantas mendapatkannya. Hanya karena novel ini bergenre psychological thriller, di mana belum banyak novel Indonesia yang berani pakai genre itu.Lantas, akibat [...]

    3. ** Books 165 - 2016 **4,6 dari 5 bintang! "Erangan Moses tak lama berubah menjadi seruan ketika melihatku mengayunkan gesper itu ke arahnya. Darah mulai mengalir. Awalnya hanya luka kecil, tapi aku tidak memberinya waktu sedetik pun untuk berpikir menangkis seranganku atau menghentikanku. Dan semakin sering kulayangkan ke kepalanya, aliran darah jadi semakin deras, semakin banyak yang merembes di seprai. Kali itu tidak ada genangan. Tapi noda di kasur itu kian melebar, berbentuk seperti amuba ya [...]

    4. awalnya, gue menikmati buku ini. menjanjikan banyak rahasia, petunjuk-petunjuk samar, dan sebagainya. tapi setelah ada sesi bertukar POV, gue mulai merasakan keganjilan. tokoh aku pertama dan tokoh aku kedua jelas adalah pribadi yang sama-sama berbeda, tapi voice and tone-nya sama. jadi, sulit menyadari ketika pindah POVastasia ini jelas punya perbendaharaan kata yang oke. suasana thriller yang dia tampilkan cukup membuat tegang, meskipun, lagi-lagi ketiga pindah POV, gue merasakan ritme membaca [...]

    5. Thriller sebagai genre memiliki usia yang cukup muda, walaupun begitu dia sudah memiliki cukup banyak sub-genre yang cukup berbeda. Satu tema yang sering ditemui di buku thriller terlepas dari sub-genre adalah melibatkan seorang korban yang tidak bersalah atau innocent, entah sebagai karakter utama atau sampingan, menghadapi berbagai cobaan gila, atau aneh. Namun thriller berkembang, tidak lagi hanya menempatkan seorang korban innocent sebagai karater utama atau perspektif narasi cerita. Clarice [...]

    6. KATARSIS ditakrifkan sebagai 1. kelegaan emosi (perasaan), kelega­an drpd ketegangan dan pergolakan batin; 2. (Ubat) proses pengubatan yg digunakan utk meluahkan perasaan pesakit berhubungan dgn pengalaman buruk yg terpendam dgn mengulangi pengalaman itu melalui pertuturan atau perbuatan. [PRPM DBP]merupakan merupakan novel ke-41 terbitan Buku Fixi yang diterjemahkan daripada Bahasa Indonesia ke Bahasa Malaysia. Anastasia Aemilia selaku penulis asalnya dengan judul yang serupa. Terjemahannya pu [...]

    7. Oke, ini buku thriller indonesia pertama yg pernah saya baca. This book is good, overall. Mulai dari gaya penulisan, alur cerita yang maju mundur, dan ending yang tidak disangka-sangka. Tapi jadi kurang maksimal 'sakit'nya karena penulis nggak menceritakan detail si tokoh utama, which is : Tara. Nggak ada penjelasan yg detail dan cukup berasa tentang kondisi kejiwaan Tara. How could she be a sociopath since she was young? Justru yg diceritain dengan detail yg pas itu masa lalu Heru, si pembunuh [...]

    8. Aku suka covernya. Simple dan suspicious. Melihat saja sudah boleh diagak jalan ceritanya bakal suspen dan penuh darah. Berkonsep psychological thriller, jalan cerita Katarsis agak menarik dan misterius. Amat tragis sekali kasus berantainya dengan komposisi pembunuhan yang rumit dan aneh.Pengaruh tokoh utama di buku ini amat kuat. Dari kisahnya di waktu kecil hingga ke usia belasan tahun- sifatnya yang membenci keluarga kandung sendiri buat aku tertanya-tanya psikopat jenis apa ini. Membaca baha [...]

    9. Sinting! Sinting! Sinting!Kata itulah yang ada di benak saya selama membaca novel ini. Berhubung waktu itu saya lagi gak bisa tidur dan seorang teman merekomendasikan novel ini untuk saya, akhirnya saya ‘lahap’ Katarsis melalui iPusnas (terima kasih, iPusnas :D) dan voila! saya langsung baca sampai tamat.Pada dasarnya saya penyuka cerita berbau gore, sih. Malah menurut saya cerita gore lebih baik daripada cerita horor (aku kan penakut, qaqa) dan novel ini sangat memuaskan dahaga saya terhada [...]

    10. Katarsis sebagai Psychology Thriller? Dapet banget. Membaca bab demi bab dalam Katarsis membuat saya dicekam kengerian yang makin meningkat juga intens. POV? Saat penulis menuliskan POV 1 sebagai Ello, saya merasakan Ello kurang maskulin. Saya hanya mengetahui perbedaan Ello dan Tara hanya dari ungkapan isi hati dan peristiwa yang dinarasikan saja. Ending yang selesai tapi masih menyisakan misteri, khasnya thriller masih membuat saya sebagai pembaca, belum puas. Karena seyogyanya novel thriller [...]

    11. kalo kata orang-orang yang udah baca sebelumnya, katarsis tuh feelingnya ngilu, tapi buat Faizah mah feeling after read nya mual (dan selama baca sih). Saat baca bagian2 detail ttg penyiksaan gak ada rasa ngilunyaa, cuma mualnya banget banget (sampe kepikiran kalo lagi makan)spense-thriller nya dapet banget. Di awal baca pengen tahu kelanjutan nasib Tara, ditengah2 dibikin penasaran sama siapa pelaku pembunuhan berantai itu (which is menyingkirkan opsi Tara sebagai pelaku), mendekati akhir penge [...]

    12. "Rasa sakit itu ada untuk melindungi dan mengajarimu banyak hal."--p. 183*ada spoiler*Saya pernah nonton 2 film yang tokoh utamanya anak-anak yang kejam. (lupa judulnya semua)Yang pertama, alasannya adalah dia memang anak iblis.Yang kedua, alasannya adalah dia memang psikopat sejak lahir.Buku ini nanggung. Mungkin maksudnya sama dengan yang kedua, tapi nanggung.Sejak lahir, Tara membenci orang tuanya (kenapa? Oke, sejak lahir benci aja gitu.)Tapi, dia damai-damai aja, berusaha berdamai, hingga n [...]

    13. Speechless!Seandainya 5 bintang sudah cukup untuk mendeskripsikan bagaimana kerennya buku ini. Sayang saja, sepertinya kalian masih akan menuntutku untuk bercerita apa kerennya buku ini.Judul Buku: KatarsisPenulis: Anastasia AemiliaPenerbit: Gramedia Pustaka UtamaTahun Terbit: 2013Tebal: 264 halamanGenre: Psychology ThrillerRate: 5 of 5Aduh saya sebenarnya bingung mau mulai mereview dari mana. Buku ini bagusnya gila-gilaan! *tuhkan belum apa-apa, udah lebai* -_-“ Tapi aseli saya bingung mau nu [...]

    14. Pinjem di iPusnas karena di iJak antreannya lebih panjang daripada antre beli bakpia Kurnia Sari (efek abis ke Jogja).Sejujurnya saya nggak suka sama cerita-cerita yang terlalu mengekspos suatu tema tertentu tanpa adanya benang merah yang jelas. Misalnya cerita-cerita yang terlalu mengekspos tragedi yang bertujuan untuk menguras air mata pembacanya (saja), tapi secara plot dan logika banyak yang bolong. Juga seperti buku ini, yang hanya mengumbar kesadisan dan kegilaan tokoh-tokohnya yang psikop [...]

    15. SPOILERS ALERT!!!! (di sensor kok)Katarsis. ( Penyucian. ) Apa itu ? Bahasa apa? Artinya apa? Cerita tentang apa? Itulah yang pertama kali gue pertanyakan. Bukan, bukan di Gramedia waktu beli buku ini, Karena gue cuma minjem ke temenIS BOOK IS DAMN FABULOUS.just FYI, gue ngerampok buku punya temen gue ini jam 9 pagi saat jam sekolah and trust me, saat les selesai sekitar jam 4 sore, gue udah kunyah habis buku 264 halaman ini sampe tuntas. Awalnya, gue agak bingung dengan jalan ceritanya. Merindi [...]

    16. Beruntung sekali aku menemukan Katarsis dan dapat membaca novel karangan Anastasi Aemilia ini, salah seorang editor dan penerjemah di Gramedia Pustaka Utama . Novel ini betul-betul menghanyutkan. Aku suka cover dan juga alur ceritanya. Kupikir aku akan bosan karena aku tidak terlalu menyukai genre psychological thriller tapi ternyata aku salah. Aku ketagihan. Apalagi dengan diksi dari penulis yang mengalir lancar,simpel, dan mengandung pembendaharaan kata yang kaya.Dari segi karakter aku mengacu [...]

    17. Novel psiko thriller Indonesia pertama yang aku baca. Ianya tentang kisah hidup Tara yang amat membenci namanya sendiri dan orang tuanya. Perilakunya yang aneh, misteri dan pendiam itu membawanya kepada pertemuan pertamanya dengan Dr. Alfons, seorang psikiatris.Sedang dalam rawatan, sesuatu kejadian ngeri terjadi di rumahnya di mana ayah, sepupu dan ibu saudaranya mati, bapa saudaranya cedera parah lalu koma dan Tara ditemui lemah terkunci dalam kotak perkakas. Dan dari sini semua persoalan terb [...]

    18. Satu cerita yang benar-benar unik dalam flavor nya yang tersendiri. Kali pertama baca terus terbayang seseorang yang pastinya akan genar buku ini, Syaihan. Dan memang betul dia suka, kerana rasanya style Syaihan dan Anastasia ada sedikit similarity. Banyak elemen yang menarik dalam novel ini. Di bahagian tengah, ceritanya agak perlahan dan membuatkan aku sedikit mengantuk, tetapi sebaik narrator berubah kepada Ello, mata aku terbuka luas. Dari situ begitu pantas rasanya helai demi helai berlalu [...]

    19. mestinya cuma 2,5 tapi tak apalah kugenapi 3 bintang. lumayan ngos-ngosan bacanya ketika di pertengahan halaman, dan ketika sampai ending, kubatin saja: cuma begitu?

    20. Some are born to sweet delight, some are born to endless night. -William Blake Seperti sesama horor psikologis lokal Napas Mayat, buku ini juga 'memaksa' saya masuk ke dalam kandang psikopat dan mendengarkan ocehan mereka. Bedanya, yang ini lebih gamblang dan tidak begitu filosofis. Katarsis dimulai dengan adegan pembuka yang sangat efektif. Saking efektifnya, itu jadi bagian paling berkesan buat saya. Selanjutnya, cerita menampilkan rangkaian misteri pembunuhan yang mungkin kurang tepat disebut [...]

    21. Tes 1. 2. 3EhemMulai***Ok, sebenarnya saya tidak layak untuk menuliskan review ini, soalnya saya yang membaca berbuat sebuah kecurangan, yaitu melompat bab di bagian akhir yang membosankan. hoho tapi nggap apa ya, kan? peace (tergoda juga setelah lihat review Gus)Jadi dalam review ini, saya akan menulis review sebagai seorang pembaca awam yang membaca baru sedikit dari sekian banyaknya buku bertema thriller mistery.Mulai dari awal bab, ya saya lumayan menikmati jalannya cerita. Tara yang saya ki [...]

    22. A badass page-turner.Bab-bab dan kalimat-kalimat yang pendek bikin ketagihan baca sampai halaman terakhir. Meskipun perpindahan POV terasa agak membingungkan di pertiga akhir, but that's okay. No room to take a breath.

    23. Pertama melihat gambar sampulnya, indikasi ada yang tak beres dengan novel ini telah terasa. Rasa penasaran tentang isinya memaksa kita segera menelan bab pertama, kedua, dan berubah menjadi candu tak berkesudahan. Seolah tertanam magnet antar-bab yang melekat kuat, sulit dilepaskan. Ada pertanyaan yang menguar di setiap akhir kalimat dalam tiap babnya. Misteri, gelap, tragis, psycho thrillier dengan tempo cepat, gila, semua jadi satu. Di beberapa bab terakhir memang mudah menerka siapa pelaku p [...]

    24. 2.5 ⭐"Mamaku bilang, kalau lagi sakit, kita harus pegang koin biar sakitnya berkurang."Kisah ini bermula saat terjadi kasus mengerikan yang menimpa keluarga Johandi; tiga orang tewas, satu orang koma, dan satu orang ditemukan kritis di dalam kotak perkakas kayu.Tara Johandi, gadis 'yang selamat' itu. Ia membenci namanya tanpa alasan yang jelas. Ia membenci orang tuanya--Tari dan Bara. Ia tak pernah punya teman. Baginya, tak ada seorang pun yang layak untuk menjadi temannya.Sejak kecil, Tara te [...]

    25. --- Katarsis ---Plot: Ok. Penokohan: Ok. Gaya bercerita: Bagus sekali sekaligus tidak begitu saya sukai (haha).Pinjaman dari iPusNas^^ ; judul baru-terakhir yang saya baca di akhir tahun. Baiklah, pertama kalimatnya bagus sekali! Saya sama sekali tidak mengada-ada, saya suka penulisannya. Gaya bercerita terasa pas dan unik. Sebagai cerita thriller, gaya berceritanya memang bisa bikin bergidik. paling tidak di awal buku saya terperangah dengan cara penceritaannya dan nuansa ngerinya. Tapi ketidak [...]

    26. Sepertinya tidak ada bocoran sinopsis kali ini. Sayang, plotnya terlalu enigmatik kalau seandainya terungkap sebelum membaca. Gue rasa sinopsis di sampul belakangnya sudah membuat pembaca cukup mengetahui apa yang ada di permukaan awal, tapi tidak sampai di dalam.Dari sampul depannya, gue selalu suka dan mengagumi karya-karya Staven Andresen, simpel, tapi well, sepertinya gue bisa mengenal kepribadian Tara hanya dari sampulnya. Dari segi narasi, Anastasia Aemilia menatanya dengan apik. Rapi. Tid [...]

    27. Novel ini sebenarnya menarik & unik kerana ia melibatkan watak yg sakit jiwaychological thriller yang di ketengahkan penulis membuatkan proses pembacaan berlaku dengan berhati2 & tertibmbang hilang konsentrasi, mungkin berlaku kepincangan pada proses pemahamanPenulis menyelitkan keratan akhbar & surat untuk memberi impak kepada jalan ceritaa unsur seram, misteri & suspen di penghujung ceritaTerdapat 7 bahagian, di mana setiap bahagian terdapat sub2 babwalaupun ianya terjemahan, m [...]

    28. 3,5/5 bintangBuku ini isinya teror dari halaman pertama hingga muncul lambang GM sebagai tanda kisah berakhir. Thriller yg dibangun juga dapet, gw bisa membayangkan kengerian Tara yg selalu diawasi monster berkepala singa, berbadan gorila, berkaki cakar elang dan punya sayap yg memiliki mata semerah api. Belum lagi perasaan terkungkung saat Tara dimasukkan ke dalam kotak perkakas, sedangkan orang-orang di sekitarnya tewas terbantai. Belum lagi ngilunya Ello yg tidak mampu merasakan sakit secara [...]

    29. Saya sebenarnya suka buku ini, cara berceritanya sangat mengalir, dan cepat tanpa sadar kita sudah di skhir cerita yang tanpa penyelesaian itu.Meskipun adegannya sangat eksplisit saya tidak merasakan ngilu atau jijik, darah dan daging yang bertebaran dbuku ini masih dalam kategori wajar, saya hanya merasakan perut saya bergejolak, perasaan yang sama seperti kita sedang menunggu pengumuman pemenang lomba ataupun ketika dipanggil guru untuk tes lisan.Hal lain yang saya temui adalah kok banyak plot [...]

    30. wow! ini keren banget, pada awalnya. aku suka cara penulis membagi per bab-nya sedikit-sedikit, jadi bikin semangat aja bacanya. entahlah. nuansa seremnya dapet. tegang. seru. dan nggak bertele-tele.tapi terkadang, ada bagian yang karena terlalu to the point, jadinya bikin aku mikir dan harus baca ulang sampai bagian tertentu. dan terutama waktu penculikan dr. alfons, ini bener-bener butuh kemampuan imajinasi dan visual yang cukup tinggi bagi pembaca. hehe. oh, ya, perpindahan sudut pandang dari [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *